Kesialanku
Sesampainya di rumah kesialan menerpaku. Ternyata rumahku masih terkunci,
tak seorang pun yang berada di dalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak
membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku
menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. Sepuluh menit pertama
telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit
berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang tuaku kembali.
Setelah hampir 40
menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbersit sekilas dalam pikiranku untuk
menghubungi orang tuaku. Akhirnya aku menghubungi orang tuaku. Aku heran
mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi
sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikirkan olehku.
1.
Berdasarkan
teks di atas jelaskan
a.
Siapakah
tokoh utama dan tokoh pendukungnya ?
b.
Apakah
peristiwa yang dialami tokoh tersebut ?
2.
Jelaskan
perbedaan teks eksemplum dengan teks fabel dari segi strukturnya !
3. Jelaskan kekurangan teks di atas dari segi strukturnya !
4.
Telaahlah
unsur kebahasaan yang terdapat pada teks “Kesialanku”. Tulislah masing-masing 1
contoh !
a.
Keterangan
tempat
b.
Keterangan
waktu
c.
Kata
hubung yang terdapat dalam kalimat
d.
Kalimat
majemuk setara
5.
Revisilah kesalahan penulisan ejaan, huruf
kapital, kata depan, dan kata yang tidak kohesif yang terdapat pada paragraf
pertama pada teks “Kesialanku” !
6.
Susunlah
teks yang berjudul “Sakit Mata” di bawah ini sesuai struktur teks eksemplum !
|
1
|
Kejadian
itu baru saja terjadi di rumah. Entah apa yang bisa kupikirkan di kelasku
nanti. Semua pasti akan menertawakan aku. Memang hal itu terjadi. Semua murid
di kelasku memandang dengan aneh , dan aku hanya menutupi wajahku dengan
tisue.
|
|
2
|
Kuperhatikan
wajah kakakku ketika makan malam bersama. Kami sempat mengejeknya dan
kukatakan pendapatku tentang sakit
mata itu. Ada mitos yang mengatakan itu akibat mengintip. Dan kakakku
terlihat malu, namun dia tidak marah karena itu hanya percandaan di meja makan
|
|
3
|
Suatu
ketika dihari yang tak pernah aku duga, aku mulai merasa ada hal lain yang
mulai datang pada hidupku. Kakakku Kiki pulang dengan keadaan malu untuk
dilihat, wajahnya mirip sekali dengan ikan mas. Aku sempat membuat lelucon
akan sakit mata yang dialami oleh kakakku. Usut punya usut. Terjadi kehebohan
di kelas kakakku.Beberapa
siswa mengalami sakit mata memerah. Dan salah satunya adalah kakakku.
|
|
4
|
Setelah
Ayah memberikan obat mata, keadaan kakakku mulai membaik. Beberapa hari
kemudian penyakit itu menghilang. Namun ketika aku bangun di pagi hari. Aku
mulai merasa mataku terasa perih, kulihat cermin di lemariku. Astaga!! Mataku
memerah. Aku tertular penyakit mata dari kakak. Mungkin karena aku dikutuk
kakak karena ejekan saat itu. Rasanya malu sekali untuk makan pagi bersama
bila kakakku melihat wajahku ini.
|
|
5
|
Rasa sakit di
mataku bukannya berkurang tetapi aku malah harus opname di rumah sakit karena
penyakit mataku itu bukan sejenis penyakit mata yang dialami kakakku. Dari
peristiwa itu hikmah yang dapat kuambil adalah jika menghadapi orang yang
sedang tertimpah musibah atau hal-hal yang menyedihkan hendaknya kita
menunjukkan sikap empati/perhatian kepada orang tersebut.
|
|
6
|
Benar
saja. Tawa kakakku terlihat senang ketika ia melihat wajahku. Untungnya Ayah
sempat melotot ke arah kakak dan dia terdiam.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar