Senin, 31 Oktober 2016

Soal UTS Ganjil kelas 9

Kesialanku
Sesampainya di rumah kesialan  menerpaku. Ternyata rumahku masih terkunci, tak seorang pun yang berada di dalam rumah dan kebetulan saat itu aku tidak membawa kunci cadangan. Kembali aku merasa sangat kesal saat itu. Akhirnya aku menunggu untuk beberapa menit sampai orang tua ku kembali. Sepuluh menit pertama telah berlalu, aku masih duduk di kursi teras depan rumahku. 10 menit berikutnya pun telah berjalan tanpa kusadari, lagi-lagi tak kujumpai orang tuaku kembali.

Setelah hampir 40 menit aku menunggu dengan rasa bosan. Terbersit sekilas dalam pikiranku untuk menghubungi orang tuaku. Akhirnya aku menghubungi orang tuaku. Aku heran mengapa hal ini tak terpikirkan olehku sejak tadi, mungkin karena terlalu emosi sehingga hal sekecil itu tak lagi terpikirkan olehku.

1.      Berdasarkan teks di atas jelaskan
a.       Siapakah tokoh utama dan tokoh pendukungnya ?
b.      Apakah peristiwa yang dialami tokoh tersebut ?
2.      Jelaskan perbedaan teks eksemplum dengan teks fabel dari segi strukturnya !
3.      Jelaskan kekurangan teks di atas dari segi strukturnya ! 
4.      Telaahlah unsur kebahasaan yang terdapat pada teks “Kesialanku”. Tulislah masing-masing 1 contoh !
a.       Keterangan tempat
b.      Keterangan waktu
c.       Kata hubung yang terdapat dalam kalimat
d.      Kalimat majemuk setara
5.       Revisilah kesalahan penulisan ejaan, huruf kapital, kata depan, dan kata yang tidak kohesif yang terdapat pada paragraf pertama pada teks “Kesialanku” !
           
6.      Susunlah teks yang berjudul “Sakit Mata” di bawah ini sesuai struktur teks eksemplum !


1
Kejadian itu baru saja terjadi di rumah. Entah apa yang bisa kupikirkan di kelasku nanti. Semua pasti akan menertawakan aku. Memang hal itu terjadi. Semua murid di kelasku memandang dengan aneh , dan aku hanya menutupi wajahku dengan tisue.

2
Kuperhatikan wajah kakakku ketika makan malam bersama. Kami sempat mengejeknya dan kukatakan pendapatku  tentang sakit mata itu. Ada mitos yang mengatakan itu akibat mengintip. Dan kakakku terlihat malu, namun dia tidak marah karena itu hanya percandaan di meja makan

3
Suatu ketika dihari yang tak pernah aku duga, aku mulai merasa ada hal lain yang mulai datang pada hidupku. Kakakku Kiki pulang dengan keadaan malu untuk dilihat, wajahnya mirip sekali dengan ikan mas. Aku sempat membuat lelucon akan sakit mata yang dialami oleh kakakku. Usut punya usut. Terjadi kehebohan di kelas kakakku.Beberapa siswa mengalami sakit mata memerah. Dan salah satunya adalah kakakku.

4
Setelah Ayah memberikan obat mata, keadaan kakakku mulai membaik. Beberapa hari kemudian penyakit itu menghilang. Namun ketika aku bangun di pagi hari. Aku mulai merasa mataku terasa perih, kulihat cermin di lemariku. Astaga!! Mataku memerah. Aku tertular penyakit mata dari kakak. Mungkin karena aku dikutuk kakak karena ejekan saat itu. Rasanya malu sekali untuk makan pagi bersama bila kakakku melihat wajahku ini.

5
Rasa sakit di mataku bukannya berkurang tetapi aku malah harus opname di rumah sakit karena penyakit mataku itu bukan sejenis penyakit mata yang dialami kakakku. Dari peristiwa itu hikmah yang dapat kuambil adalah jika menghadapi orang yang sedang tertimpah musibah atau hal-hal yang menyedihkan hendaknya kita menunjukkan sikap empati/perhatian kepada orang tersebut.

6
Benar saja. Tawa kakakku terlihat senang ketika ia melihat wajahku. Untungnya Ayah sempat melotot ke arah kakak dan dia terdiam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar